Kamis, 06 September 2012

Love in Fear



Love in Fear

“Bukan aku yang memilih jalan hidup ini..
Bukan aku pula yang menginginkan untuk mencintaimu..

***
Pagi seperti biasa di hari pertama dalam urutan minggu..
Aku bangun dengan tubuh yang cukup fresh
Karena semalam aku tidur terlalu cepat
Hal pertama yang aku cari ada Blackberryku
Lampu LED nya mengedip berwarna merah..
BBM dari “ My Hubby “
--------------------------------------------------------------------------
 My Hubby :     Selamat malam sayang
 Semoga mimpi indah
Besok jangan lupa
kau punya janji 
denganku
Merayakan Annniversary
Aku sudah tibadi Indonesia special untuk 
 merayakan ini
 Nite
 I have a special gift for u sayang..
 Can’t wait tomorrow
 See u
-----------------------------------------------------------------------------
Oh Shit , dia bbm aku sejak semalam ,
Aku terlalu lelap ,
----------------------------------------------------------------------------
Me        :        Pagi My Hubby……. :*
 Maaf semalem aku sudah tidur
Maaf juga aku tidak bisa menjemputmu 
 I can’t forget it
 Don’t worry  , Aku sudah mempersiapkan 
 hari ini dengan baik
 Love u
-----------------------------------------------------------------------------   
My Hubby  :         Iya , gpp
                              Aku tunggu di Apartemenku ya
                              Love u 2
------------------------------------------------------------------------------
Baterai HP ku mencapai garis kuning , aku lupa mencargernya dari semalam.
Aku langsung mandi dan bersiap untuk  menemui klient ku di Restoran daerah Pondok Indah. 
Sepulang dari Belanda , aku bekerja di Perusahaan keluargaku , Perusahaan Interior Eksterior design
dan aku memutuskan membantu perusahaan ini untuk beberapa waktu. 
Karena aku punya bisnis sendiri di Belanda dengan beberapa temanku.


Sesampainya aku di restoran tersebut , aku melihat lagi buku note ku ,
 karena aku sendiri belum tau akan bertemu dengan siapa , 
Dan tidak pernah berhubungan langsung dengan klien selama Jakarta
namun sekretaris Papaku  Lisda selalu paham semua yang kami butuhkan.

“ Nadya Trianggono “ , Manajer  Surya Hotel
Aku terkejut melihat nama ini .Ada berapa banyak nama Nadya di Jakarta ?
Apa mungkin Nadya ini adalah  ...

Sebelum aku selesai berfikir , seorang wanita , memakai dress motif  setengah paha ,
dengan bahan chiffon  berwarna salem , dan sepatu yang berwarna sedikit lebih tua . 
Serta rambutnya sebahu yang tertata rapih dan sangat terlihat cantik.
Aku hanya bias terdiam.
Dia lalu menyapa aku masih diam 
Selamat Pagi , apakah anda Pak Andrian ?

Oh no , Kamu Andrian Kusuma ? 
dengan nada tidak percaya wanita itu memanggil nama lengkap ku 
sambil mengulurkan tangannya dan langsung menariknya menutupi mulutnya 
yang  menganga karena mungkin sama terkejutnya dengan ku.

Kami sama sama terdiam beberapa saat , hanya sedikit saling memandang 
masih mengumpulkan keyakinan mengapa dunia ini sempit sekali
mengapa takdir mempertemukan aku dengannya kembali ?

Namun makin lama mulai sedikit mencair.
Kami tidak boleh terjebak oleh masalalu.
Kini dedepanku hanyalah Nadya calon klien ku
Istri dari seorang pria beruntung  .
Mataku tak lepas dari wajah Nadya.
“Andrian , you look so different Now.. More than better from the past… 
Really ? You too , Nadya .. Your beautiful, more Beautiful…
Kami pun tetap membicarakan bisnis kami , untuk melakukan renovasi hotel .
Nadya tidak berubah sifatnya , dengan kelembutan  dan kecerdasannya.
Itu yang membuat saya dulu mencintainya , bahkan teramat sangan mencintainya.
Tapi tidak untuk saat ini , salah.. maksudku sebelum hari inii , mungkin tentu saja.

Bagaimana suamimu Nad? Sudah punya anak berapa ?
tanyaku sambil menyeruput ekspresso dalam cangkir cream.
Dia diam, terdiam cukup lama..  “Aku gagal menikah yan ..
Calon suamiku dulu ternyata dia memutuskan hubungan dengaku 
seminggu sebelum pernikahan kami.. ," terdapat penyesalan dalam kalimat Nadya.

Dia berbicara sambil menopahkan 
tangan ke dagunya yang membelah.
 

Apa ? kamu serius Nad ? Tanya ku kaget.
Apa aku terlihat bercanda sekarang ? tangkas Nadya cepat

membisu..  sedikit penyesalan dalam dadaku ..
Seharusnya dulu aku  tidak langsung pergi ke Belanda.. 
untuk melanjutkan kuliahku  disana.
Saat itu aku pergi karena  tidak punya harapan , 
aku merasa hancur karena saat itu nadya sudah dijodohkan oleh orang tuanya . 
Padahal sudah 3 tahun aku bersamanya..
“Kamu kemana saja Dyan..? Suara itu membangunkan lamunanku.
Saat aku butuh bahu mu  untuk menyandarkan kepalaku , kau tidak ada..
Saat aku berharap kau tetap menungguku , semua itu.. yah sudahlah..
This is the story of past.. has passed.
Mata Nadya mulai berkaca, namun tersenyum ketika menyudahi pembicaraan ini
Kami sempat bertukar kartunama dan PIN BB.
Aku.. mencintaimu Nadya,, Mungkin dulu.. tak tahu sekarang setelah pertemuan ini…
Sekarang aku sudah mencintai seseorang yang walaupun sangat tidak bisa disamakan denganmu
Namun dia yang mampu membangkitkan aku dari keterpurukanku dulu setelah berpisah denganmu.
  
 BB ku pun bergetar
--------------------------------------------------------------------------------------------
My Hubby            : Sayang ..
                                  Ping !!
                                  Are u busy?
                                  Ping!!
                                  L
                                  Love u :*
                               
Me                     : Aku lg meeting..
                              Masih sibuk , 
                              nanti aku hubungi
                               Love you too…
--------------------------------------------------------------------------------------------
Pacarmu yan?  Tanya nadya yang sedari tadi memperhatikan aku.
Oh , bukan  sekretarisku.. , Aku tidak bisa bicara jujur padanya ternyata.

Pembicaraan kita pun berlanjur dengan proyek kami..  
 hingga kata kata “deal terucap dari mulut Nadya , maupun aku ..

***
Ku tekan bel Apartemen di daerah Rasuna .. 
Cukup sekali , lalu sosok orang yang kucintai itu pun muncul..
Lalu dia segera mengunci pintu .. Didalam dia menyiapkan makan malam yang sangat romantis ..
 Lilin merah diatas meja makan yang indah..   
dan kotak berukuran sedang ada diatas meja makan kami..
Segelas wine tak luput diatas mejaku..
“Mari kita makan sayang , kita rayakan anniversary kita… 
 lalu dia menyodorkan kotak hadiah yang sengaja dipersiapkan untuku .
“Itu untukmu…This is special for  you..

Aku perlahan membuka kotaknya .. yang kutemukan “Pisau Lipat..? 
Dua buah pisau lipat yang sangat indah..
 Ada ukiran inisial nama kami di masing2 sudut pisau lipat tersebut… 
 Aku terheran.
 Lau dia berjalan kearahku. Duduk persis diatas meja makan ku.
 membisikkan sesuatu“Ini satu untukmu , dan satu untuku..
 Pisau ini bisa menyelamatkanmu sayang, 
tapi hati hati ..
Ini juga bias membunuhmu. Jangan pernah menghianatiku sayang .
Mataku ada disekitarmu…
Aku menatapnya dengan heran lalu mencoba bangkit.. 
Desir darahku terasa deras..
Namun dia menahanku.. dan bibirnya menyentuh bibirku.. 
dan kami saling terpaut..
“Jangan takut Andrian kusuma…  Nikmatilah malam ini hanya denganku , 
kita berdua.. seperti dulu…
Saat kita di Belanda.. hanya kau dan aku , setiap malam, 
bahkan sampai saat ini…

***
Aku lelah..  aku terus berfikir tentang hari ini,,
Tentang pertemuanku dengan Nadya , hadiah yang dibelikan kekasihku.. 
semua bercampur…
Namun  perbedaannya saat aku memikirkan Nadya , aku merasa bahagia , 
beda halnya saat memikirkan kekasihku itu.. Aku seolah takut…
Nyaris tertidur bbm ku pun berkedip
--------------------------------------------------------------------------------------
Nadya Trianggono     : Sedang apa kau dyan ?
 -------------------------------------------------------------------------------------
Tak lama kemudian aku ingin membalas namun bbm baru masuk
-------------------------------------------------------------------------------------
My Hubby              :  Aku mencintaimu
                                     Aku harap kau tidak menghianatiku
                                     Karena kau tidak akan bisa lari dariku 
                                     Andrian Kusuma
                                     Kau membutuhkan aku..
                                     Love u with Crazy

Nadya Trianggono :  Aku ingin bertemu dyan..
                                      Besok bisa? Di café kemarin…  
 ----------------------------------------------------------------------------------
Aku hanya mebalas pesan dari Nadya…  untuk mengiyakan ajakannya.
Kami pun bertemu kembali , namun Nadya yang sampai terlebih dahulu dengan dress
 tanpa lengan yang indah.
Cantik , hanya itu yang aku ucapkan…   memang pesona Nadya tidak pernah pudar..
Kami berbicara masalah kehidupan pribadi…
Dia menceritakan bagaimana kisahnya dengan Toni Mahadewa , 
Laki laki yang sempat dijodohkannya itu..
Aku tentunya hanya mendengarkan , karena tak banyak yang dapat 
aku ceritakan…
Dering HP ku “ My Hubby is Calling , tak ku hiraukan , 
BBM dari dia pun tak ada yang aku balas..
Kami pergi ke pantai  Ancol , La bridge , makan  malam disana , 
tidur  diatas pasir yang saat itu bersih dan sepi…
Nadya tiba tiba memegang tanganku… Lalu aku merapatkan badanku 
dan  segera mengecupnyadengan lembut…
“Aku masih mencintaimu Dyan … dulu ataupun saat ini.. masih.. bodohnya aku memang… 
 Lalu aku memeluknya setelah 4 tahun hal itu tidak aku lakukan kembali…
Jantung bekerja nyaris dua kali lebih cepat… Aku merasakan kembali….

***
Setelah mengantarkan Nadya pulang ,aku kembali ke Apartemenku , 
aku terkejut melihat sosok manusia yang tak asing itu adalah  kekasihku ..
 tidur diatas kasurku .
“Hai… sejak kapan kau disini ?
Lalu aku menghampirinya , dan menciumnya , rutinitas yang kulakukan 
semasa kami di Belanda satu Apartemen.
Sejak 5 Bulan di Jakarta , kami memang tidak pernah  tidur satu atap . 
bahkan sudah lama sekali..
Namun yang berbeda, hasrat itu kini tidak ada , tidak seperti dulu , 
seperti sebelum aku bertemu Nadya ..
“Kemana saja sayang ?
Kau pergi dengan wanita ? harum tubuhmu  berkontaminasi.. tidak seperti biasa..
Aku gugup , Oh, aku bertemu klien ku , memang seorang wanita ..
Aku menangani proyeknya renovasi hotel Surya di Jakarta Pusat..
Cantik ??  tanya dia sambil matanya mulai memicing.
Aku lalu terdiap dan  tak mampu memandangnya…
BBM masuk , Sial , ternyata dari Nadya..  bukan waktu yang tepat..
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Nadya Trianggono :  Aku senang bisa bertemu denganmu hari ini
                             Aku mencintaimu Dyan itu bukan perasaan baru untukku ..
                                        Itu masih sama seperti dulu
                                        Aku ingin kita bertemu lagi besok.
                                        Apa kamu bisa?
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Klient mu kah sayang ?  tiba2 suara itu datang dari belakang telingaku…  
seperti menusukku..
Ada sesuatu.. dingin, seperti tembaga , bukan.. seperti logam panjang.. 
Tidak.. tepatnya sebuah pisau.. 
Di dekat daun telingaku..
“Suara  itu berbisik kembali..
Kembalilah ke Belanda denganku sayang..  Ikut denganku,, 
jangan kau  menghianati aku..
Lalu pisau ini bergerak turun ke celanaku dan, 
dia mengarahkan ujungnya persis di Daerah sensitifku..
“You Know beib? Kau sudah banyak berbohong kepadaku hari ini.. 
 “Kau mau pisau ini memotong ini ? lalu dia menekan pisaunya di daerah sensitifku.. 
lalu dia setengah tertawa..  dan aku tahu persis mungkin dia akan melakukannya .
“ssttt.. Jangan takut sayang.. jangan takut.. aku takkan melakukannya , 
kalau  kau  ikut denganku.. , kamu tahu kan aku tidak suka becanda ?
 lalu dia mencium pundakku dari belakang.   
Dan sekali lagi… aku tertidur dengannya bersama ketakutanku…
Ketika terbangun , Dia ternyata sudah tidak ada … Saiko memang , 
aku baru menyadarinya.. kekasih ku yang aku cintai, 
berubah menjadi orang yang saat ini paling aku takuti..   
diatas mejaku ada tiket pesawat penerbangan besok pagi ke Belanda..
 tertera namaku Andrian Kusuma.
Aku bingung, apa yang harus aku lakukan , saat ini aku mencintai Nadya , 
aku mencintainya , aku benci kekasihku saat ini.. tapi tidak bisa..   
aku tetap harus pergi bersamanya… aku mencintainya .. mungkin ,tapi.. atau aku takut..mungkin juga..
Akupun memilih  tidak datang bertemu dengan Nadya…
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nadya Trianggono : Ping!
                                     Kamu dimana ?
                                  Aku menunggumu Dyan          
Andrian Kusuma     : Maaf  Nadya
                                     Aku harus ke Belanda malam ini
                                     Aku juga selalu mencintaimu , namun bukan untuk bersamamu   
                                      Lebih tepatnya mungkin tidak untuk saat ini.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke Belanda .. dan meninggalkan 
cintaku bersama Nadya disini..
Waktu yang sungguh singkat. Pagi itu aku sudah di bandara menunggu kekasihku …
Dari kejauhan seseoarang tersenyum melambaikan tangannya padaku..
Aku pun membalasnya… tersenyum kembali dalam kepahitan.
Ya, pesawat akan berangkat sebentar lagi.. Aku berjalan membawa barang
 dan dua tiket atas nama Andrian Kusuma , dan  Roy Saptahadi  ditanganku. .
Laki laki disampingku selalu tersenyum saat mata kami bertemu..
Dan kami  terbang meninggalkan Indonesia entah berapa lama lagi…
Bersamanya,,, Kekasihku .. Laki laki yang sebelumnya aku cintai… 
Namun mungkin tidak untuk saat ini….
Hidup dalam kehidupan yang berbeda dari pasangan lainnya….
Dan itu adalah keputusanku ..


-end-




                                                                                                                                                Original Created by : Mrs. Kudo


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Curahkan Apa yg anda ingin katakan