Love in Fear
“Bukan
aku yang memilih jalan hidup ini..
Bukan
aku pula yang menginginkan untuk mencintaimu..
***
Pagi
seperti biasa di hari pertama dalam urutan minggu..
Aku
bangun dengan tubuh yang cukup fresh
Karena
semalam aku tidur terlalu cepat
Hal
pertama yang aku cari ada Blackberryku
Lampu
LED nya mengedip berwarna merah..
BBM
dari “ My Hubby “
--------------------------------------------------------------------------
My Hubby : Selamat
malam sayang
Semoga mimpi indah
Besok jangan lupa
kau punya janji
Besok jangan lupa
kau punya janji
denganku
Merayakan Annniversary
Aku sudah tibadi Indonesia special
untuk
merayakan ini
Nite
merayakan ini
Nite
I have a special gift for u
sayang..
Can’t wait tomorrow
See u
-----------------------------------------------------------------------------
Oh
Shit , dia bbm aku sejak semalam ,
Aku
terlalu lelap ,
----------------------------------------------------------------------------
Me : Pagi
My Hubby……. :*
Maaf
semalem aku sudah tidur
Maaf
juga aku tidak bisa menjemputmu
I can’t forget it
I can’t forget it
Don’t worry , Aku sudah mempersiapkan
hari ini dengan
baik
Love u
-----------------------------------------------------------------------------
My
Hubby : Iya
, gpp
Aku tunggu di
Apartemenku ya
Love u 2
------------------------------------------------------------------------------
Baterai
HP ku mencapai garis kuning , aku lupa mencargernya dari semalam.
Aku
langsung mandi dan bersiap untuk menemui
klient ku di Restoran daerah Pondok Indah.
Sepulang dari Belanda , aku bekerja di
Perusahaan keluargaku , Perusahaan Interior Eksterior design
dan aku memutuskan membantu perusahaan ini untuk beberapa waktu.
Karena aku punya bisnis sendiri di Belanda dengan beberapa temanku.
Karena aku punya bisnis sendiri di Belanda dengan beberapa temanku.
Sesampainya
aku di restoran tersebut , aku melihat lagi buku note ku ,
karena aku sendiri
belum tau akan bertemu dengan siapa ,
Dan tidak pernah berhubungan langsung dengan klien selama Jakarta
Dan tidak pernah berhubungan langsung dengan klien selama Jakarta
namun sekretaris Papaku Lisda selalu paham semua
yang kami butuhkan.
“
Nadya Trianggono “ , Manajer Surya Hotel
Aku
terkejut melihat nama ini .Ada berapa banyak nama Nadya di Jakarta ?
Apa mungkin Nadya ini adalah ...
Apa mungkin Nadya ini adalah ...
Sebelum
aku selesai berfikir , seorang wanita , memakai dress motif setengah paha ,
dengan
bahan chiffon berwarna salem , dan
sepatu yang berwarna sedikit lebih tua .
Serta rambutnya sebahu yang tertata
rapih dan sangat terlihat cantik.
Aku
hanya bias terdiam.
Dia lalu menyapa aku masih diam
Selamat Pagi , apakah anda Pak Andrian ?
Oh no , Kamu Andrian Kusuma ?
Selamat Pagi , apakah anda Pak Andrian ?
Oh no , Kamu Andrian Kusuma ?
dengan nada tidak percaya wanita
itu memanggil nama lengkap ku
sambil mengulurkan tangannya dan langsung
menariknya menutupi mulutnya
yang
menganga karena mungkin sama terkejutnya dengan ku.
Kami sama sama terdiam beberapa saat , hanya sedikit saling memandang
masih mengumpulkan keyakinan mengapa dunia ini sempit sekali
mengapa takdir mempertemukan aku dengannya kembali ?
Kami sama sama terdiam beberapa saat , hanya sedikit saling memandang
masih mengumpulkan keyakinan mengapa dunia ini sempit sekali
mengapa takdir mempertemukan aku dengannya kembali ?
Namun makin lama mulai sedikit mencair.
Kami tidak boleh terjebak oleh masalalu.
Kini dedepanku hanyalah Nadya calon klien ku
Istri dari seorang pria beruntung .
Kami tidak boleh terjebak oleh masalalu.
Kini dedepanku hanyalah Nadya calon klien ku
Istri dari seorang pria beruntung .
Mataku tak lepas dari wajah
Nadya.
“Andrian
, you look so different Now.. More than better from the past…
Really
? You too , Nadya .. Your beautiful, more Beautiful…
Kami
pun tetap membicarakan bisnis kami , untuk melakukan renovasi hotel .
Nadya
tidak berubah sifatnya , dengan kelembutan
dan kecerdasannya.
Itu
yang membuat saya dulu mencintainya , bahkan teramat sangan mencintainya.
Tapi
tidak untuk saat ini , salah.. maksudku sebelum hari inii , mungkin tentu saja.
Bagaimana
suamimu Nad? Sudah punya anak berapa ?
tanyaku sambil menyeruput ekspresso dalam cangkir cream.
tanyaku sambil menyeruput ekspresso dalam cangkir cream.
Dia
diam, terdiam cukup lama.. “Aku gagal
menikah yan ..
Calon
suamiku dulu ternyata dia memutuskan hubungan dengaku
seminggu sebelum
pernikahan kami.. ," terdapat penyesalan dalam kalimat Nadya.
Dia berbicara sambil menopahkan
Dia berbicara sambil menopahkan
tangan ke dagunya yang
membelah.
Apa
? kamu serius Nad ? Tanya ku kaget.
Apa
aku terlihat bercanda sekarang ? tangkas Nadya cepat
membisu.. sedikit penyesalan dalam dadaku ..
Seharusnya
dulu aku tidak langsung pergi ke
Belanda..
untuk melanjutkan kuliahku
disana.
Saat
itu aku pergi karena tidak punya harapan
,
aku merasa hancur karena saat itu nadya sudah dijodohkan oleh orang tuanya .
Padahal sudah 3 tahun aku bersamanya..
“Kamu
kemana saja Dyan..? Suara itu membangunkan lamunanku.
Saat
aku butuh bahu mu untuk menyandarkan
kepalaku , kau tidak ada..
Saat
aku berharap kau tetap menungguku , semua itu.. yah sudahlah..
This
is
the story of past..
has passed.
Mata Nadya mulai berkaca, namun
tersenyum ketika menyudahi pembicaraan ini
Kami sempat bertukar kartunama dan PIN BB.
Kami sempat bertukar kartunama dan PIN BB.
Aku.. mencintaimu Nadya,, Mungkin dulu..
tak tahu sekarang setelah pertemuan ini…
Sekarang aku sudah mencintai seseorang
yang walaupun sangat tidak bisa disamakan denganmu
Namun dia yang mampu membangkitkan aku
dari keterpurukanku dulu setelah berpisah denganmu.
BB ku pun bergetar
BB ku pun bergetar
--------------------------------------------------------------------------------------------
My Hubby : Sayang ..
Ping !!
Are u
busy?
Ping!!
L
Love u
:*
Me : Aku
lg meeting..
Masih sibuk ,
nanti aku hubungi
Masih sibuk ,
nanti aku hubungi
Love you too…
--------------------------------------------------------------------------------------------
Pacarmu
yan? Tanya nadya yang sedari tadi
memperhatikan aku.
Oh
, bukan sekretarisku.. , Aku tidak bisa bicara jujur padanya ternyata.
Pembicaraan kita pun berlanjur dengan
proyek kami..
hingga kata kata “deal
terucap dari mulut Nadya , maupun aku ..
***
Ku
tekan bel Apartemen di daerah Rasuna ..
Cukup
sekali , lalu sosok orang yang kucintai itu pun muncul..
Lalu
dia segera mengunci pintu .. Didalam dia menyiapkan makan malam yang sangat
romantis ..
Lilin merah diatas meja makan yang indah..
dan kotak berukuran sedang ada diatas meja
makan kami..
Segelas
wine tak luput diatas mejaku..
“Mari
kita makan sayang , kita rayakan anniversary kita…
lalu dia menyodorkan kotak hadiah yang sengaja
dipersiapkan untuku .
“Itu
untukmu…This is special for you..
Aku
perlahan membuka kotaknya .. yang kutemukan “Pisau Lipat..?
Dua buah pisau
lipat yang sangat indah..
Ada
ukiran inisial nama kami di masing2 sudut pisau lipat tersebut…
Aku terheran.
Lau
dia berjalan kearahku. Duduk persis diatas meja makan ku.
membisikkan sesuatu“Ini
satu untukmu , dan satu untuku..
Pisau ini bisa menyelamatkanmu sayang,
Pisau ini bisa menyelamatkanmu sayang,
tapi
hati hati ..
Ini
juga bias membunuhmu. Jangan pernah menghianatiku sayang .
Mataku ada
disekitarmu…
Aku
menatapnya dengan heran lalu mencoba bangkit..
Desir darahku terasa deras..
Namun
dia menahanku.. dan bibirnya menyentuh bibirku..
dan kami saling terpaut..
“Jangan
takut Andrian kusuma… Nikmatilah malam
ini hanya denganku ,
kita berdua.. seperti dulu…
Saat
kita di Belanda.. hanya kau dan aku , setiap malam,
bahkan sampai saat ini…
***
Aku
lelah.. aku terus berfikir tentang hari
ini,,
Tentang
pertemuanku dengan Nadya , hadiah yang dibelikan kekasihku..
semua bercampur…
Namun perbedaannya saat aku memikirkan Nadya , aku
merasa bahagia ,
beda halnya saat memikirkan kekasihku itu.. Aku seolah takut…
Nyaris
tertidur bbm ku pun berkedip
--------------------------------------------------------------------------------------
Nadya
Trianggono : Sedang apa kau dyan ?
-------------------------------------------------------------------------------------
Tak
lama kemudian aku ingin membalas namun bbm baru masuk
-------------------------------------------------------------------------------------
My
Hubby : Aku mencintaimu
Aku harap kau tidak menghianatiku
Karena kau tidak akan bisa lari dariku
Andrian Kusuma
Kau membutuhkan aku..
Love u with
Crazy
Nadya
Trianggono : Aku ingin bertemu dyan..
Besok bisa? Di café kemarin…
----------------------------------------------------------------------------------
Aku
hanya mebalas pesan dari Nadya… untuk
mengiyakan ajakannya.
Kami
pun bertemu kembali , namun Nadya yang sampai terlebih dahulu dengan dress
tanpa
lengan yang indah.
Cantik
, hanya itu yang aku ucapkan… memang
pesona Nadya tidak pernah pudar..
Kami
berbicara masalah kehidupan pribadi…
Dia
menceritakan bagaimana kisahnya dengan Toni Mahadewa ,
Laki laki yang sempat
dijodohkannya itu..
Aku
tentunya hanya mendengarkan , karena tak banyak yang dapat
aku ceritakan…
Dering
HP ku “ My Hubby is Calling , tak ku hiraukan ,
BBM dari dia pun tak ada yang
aku balas..
Kami
pergi ke pantai Ancol , La bridge ,
makan malam disana ,
tidur diatas pasir yang saat itu bersih dan sepi…
Nadya
tiba tiba memegang tanganku… Lalu aku merapatkan badanku
dan segera mengecupnyadengan lembut…
“Aku
masih mencintaimu Dyan … dulu ataupun saat ini.. masih.. bodohnya aku
memang…
Lalu aku memeluknya setelah 4
tahun hal itu tidak aku lakukan kembali…
Jantung
bekerja nyaris dua kali lebih cepat… Aku merasakan kembali….
***
Setelah
mengantarkan Nadya pulang ,aku kembali ke Apartemenku ,
aku terkejut melihat
sosok manusia yang tak asing itu adalah kekasihku ..
tidur diatas kasurku .
“Hai…
sejak kapan kau disini ?
Lalu
aku menghampirinya , dan menciumnya , rutinitas yang kulakukan
semasa kami di
Belanda satu Apartemen.
Sejak
5 Bulan di Jakarta , kami memang tidak pernah
tidur satu atap .
bahkan sudah lama sekali..
Namun
yang berbeda, hasrat itu kini tidak ada , tidak seperti dulu ,
seperti sebelum
aku bertemu Nadya ..
“Kemana
saja sayang ?
Kau
pergi dengan wanita ? harum tubuhmu
berkontaminasi.. tidak seperti biasa..
Aku
gugup , Oh, aku bertemu klien ku , memang seorang wanita ..
Aku
menangani proyeknya renovasi hotel Surya di Jakarta Pusat..
Cantik ?? tanya dia sambil matanya mulai memicing.
Aku
lalu terdiap dan tak mampu memandangnya…
BBM
masuk , Sial , ternyata dari Nadya..
bukan waktu yang tepat..
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Nadya
Trianggono : Aku senang bisa bertemu denganmu hari ini
Aku mencintaimu Dyan itu bukan perasaan baru untukku ..Itu masih sama seperti dulu
Aku ingin kita bertemu lagi besok.
Apa kamu bisa?
Apa kamu bisa?
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Klient
mu kah sayang ? tiba2 suara itu datang
dari belakang telingaku…
seperti menusukku..
Ada
sesuatu.. dingin, seperti tembaga , bukan.. seperti logam panjang..
Tidak..
tepatnya sebuah pisau..
Di
dekat daun telingaku..
“Suara itu berbisik kembali..
Kembalilah
ke Belanda denganku sayang.. Ikut
denganku,,
jangan kau menghianati aku..
Lalu
pisau ini bergerak turun ke celanaku dan,
dia mengarahkan ujungnya persis di
Daerah sensitifku..
“You
Know beib? Kau sudah banyak berbohong kepadaku hari ini..
“Kau mau pisau ini
memotong ini ? lalu dia menekan pisaunya di daerah sensitifku..
lalu dia
setengah tertawa.. dan aku tahu persis mungkin
dia akan melakukannya .
“ssttt..
Jangan takut sayang.. jangan takut.. aku takkan melakukannya ,
kalau kau
ikut denganku.. , kamu tahu kan aku tidak suka becanda ?
lalu dia
mencium pundakku dari belakang.
Dan
sekali lagi… aku tertidur dengannya bersama ketakutanku…
Ketika
terbangun , Dia ternyata sudah tidak ada … Saiko memang ,
aku baru
menyadarinya.. kekasih ku yang aku cintai,
berubah menjadi orang yang saat ini
paling aku takuti..
diatas mejaku ada
tiket pesawat penerbangan besok pagi ke Belanda..
tertera namaku Andrian
Kusuma.
Aku
bingung, apa yang harus aku lakukan , saat ini aku mencintai Nadya ,
aku
mencintainya , aku benci kekasihku saat ini.. tapi tidak bisa..
aku tetap harus pergi bersamanya… aku
mencintainya .. mungkin ,tapi.. atau aku takut..mungkin juga..
Akupun
memilih tidak datang bertemu dengan
Nadya…
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nadya
Trianggono : Ping!
Kamu dimana ?
Aku menunggumu Dyan
Andrian
Kusuma : Maaf Nadya
Aku harus ke Belanda
malam ini
Aku juga selalu
mencintaimu , namun bukan untuk bersamamu
Lebih tepatnya mungkin tidak untuk saat ini.
Lebih tepatnya mungkin tidak untuk saat ini.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Akhirnya
aku memutuskan untuk kembali ke Belanda .. dan meninggalkan
cintaku bersama
Nadya disini..
Waktu
yang sungguh singkat. Pagi itu aku sudah di bandara menunggu kekasihku …
Dari
kejauhan seseoarang tersenyum melambaikan tangannya padaku..
Aku
pun membalasnya… tersenyum kembali dalam kepahitan.
Ya,
pesawat akan berangkat sebentar lagi.. Aku berjalan membawa barang
dan dua
tiket atas nama Andrian Kusuma , dan Roy
Saptahadi ditanganku. .
Laki
laki disampingku selalu tersenyum saat mata kami bertemu..
Dan
kami terbang meninggalkan Indonesia
entah berapa lama lagi…
Bersamanya,,,
Kekasihku .. Laki laki yang sebelumnya aku cintai…
Namun
mungkin tidak untuk saat ini….
Hidup
dalam kehidupan yang berbeda dari pasangan lainnya….
Dan
itu adalah keputusanku ..
-end-
Original
Created by : Mrs. Kudo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Curahkan Apa yg anda ingin katakan