Senin, 28 Mei 2012

CERPEN 5 - Mencintai Laki laki terindah

Lagi lagi aku terlambat… 
Padahal sepertinya aku sudah
bangun sangat pagi ,
sebelum jam 5 tadi ,
2 jam lebih pagi dari biasanya....
Besok berarti aku harus lebih pagi lagi
dari hari ini,
aku tidak ingin terlambat untuk
kesekian kalinya.

***
Perjalanan pagi itu pun aku lanjutkan
ke kantor. Sepanjang jalan fikiranku
hanya focus ke dua hal yaitu
dia dan perutku yang belum diisi
apapun sejak bangun tadi .
Aku berhenti sejenak memarkirkan mobilku
ke pojok kiri restoran siap saji untuk sarapan.
Waktu menunjukkan pukul 07.30WIB ,
dan aku mempercepat
makanku agar bisa cepat sampai kantor,
karena hari ini
aku harus melakukan technical meeting
dengan klienku
untuk rencana renovasi gedung  khususnya 
bagian interior.

“Selamat pagi pak Rival , sudah siap dengan
presentasi anda untuk teknikal meeting
hari ini?
“sambut klientku dengan hangat saat aku masuk
ke ruangan pribadinya.

Yes,sir .. Im Ready!! Seruku dengan menyambut
tangannya yang sudah diulurkan terlebih dahulu.

Monggo duduk pak Rival anggap saja kantor sendiri  ..
"senyumnya tersungging manis pagi itu,
mungkin karena dia
tidak sabar lagi untuk melihat hasil
design terakhirku
untuk kantornya.
     
”Oke terimakasih Pak Yoyo , jawabku sambil 
mengeluarkan laptopku.

Percakapanpun dimulai, hingga aku menandatangani
kontrak kerjasama mengerjakan proyek renovasi
interior gedung miliknya.

“Oiya saya lupa saya dengar anda designer
tunggal dalam mengerjaka proyek ini?

Hahaa… ya memang selalu begitu pak,
Saya dan beberapa rekan hanya bekerja sendiri
tanpa ada asissten design.
Kami sudah terbiasa kok,
jadi jangan khawatir pak Yoyo.. “ tegasku

Oke, baiklah saya percaya tapi saya
puya kenalan mungkin bisa membantu anda .
Tenang aja saya kok yang akan membayar dia ,
anggap saja perwakilan dari kantor kita.
Sebentar lagi dia datang.
Dia kebetulan karyawan kita bagian design interior.


Tak lama kemudian aku terkejutkan oleh
sosok wanita manis ,
memiliki rambut ikal panjang yang
ditata dengan sangat cantik.
Mata yang teduh dan senyuman yang
khas ala wanita timur.
Aku tertegun, karena wanita itu adalah
wanita yang beberapa hari
ini selalu mengganggu fikiranku,
wanita yang beberapa hari ini mebuatku
bangunsangat pagi karena ingin sekedar
melihatnya di halte dekat rumahku.

Pak Rival …
Halo Pak Rival , are you oke ?
“Oh, maaf pak Yoyo , Yes , Im Fine
Ini dia orang yang mau saya kenalkan untuk
mendampingi anda  dalam bekerja nanti.


“Selamat siang Pak, kemudian wanita itu
mengulurkan tangannya ke depan wajahku,
Aku pun mnyambutkan dengan gemetar .
Ak merasa speechless , tidak bisa mengeluarkan
kata kata apapun , hanya ingin melihatnya saja.

“Kenalkan saya Alika, panggil aja Lika.
“Oke saya Rivaldi , biasa di panggil Rival.
Percakapan kita bertiga pun dimulai ,tapi saya menjadi
tidak focus ,  beberapa kali mata saya  berpapasan
dengan matanya.

     ***

Beberapa hari berlalu , dan saya pun berusaha
professional dalam menjalankan pekerjaan ini ,
berusaha menanggalkan perasaan ini terlebih dahulu,
maklum saja karena hampir setiap hari kami bertemu
dan melakukan pekerjaan bersama, tak jarang kami
makan siang bareng dan saya mengantarka dia sampai
kost nya , karena memang tidak jauh dari
rumah saya.

“Mas Rival , gak usah anter saya lagi ya , saya kan jadi
 nggak enak sama kamu dan yang lainnya.
Saya kan hanya assisten design loh ..
“dengan nada lembutnya
Gak apa apa kok, Lik, kan rumah kita deket walaupun
dikantorkamu assisten aku tapi kan diluar itu kita berteman ,
jadi nggak usah sungkan ya!
Dia hanya tersenyum dan sedikit memejamkan matanya ,
mungkin dia lelah , karena memang hari itu sudah
terlalu malam.

Walaupun sering bersama , dan memberi perhatian lebih ,
sepertinya Alika tidak merespon lebih .
Pekerjaan kita pun hampir selesai ,
tinggal seminggu lagi .
Aku pun tentunya lebih getol menunjukkan sikapku
kepadanya baik dikantor ataupun diluar.

“Lika , pulang kantor kita makan malam
sebentar ya , mau kan ?
ada yang mau aku bicarakan.
“Apa mas? Kenapa gak disini aja kalau
masalah kerjaan

“Gak usah , nanti aja ya..
Oke.. sautnya sambil sibuk dengan
para pekerja  dan tanpa menoleh
kepadaku.  Seperti itulah dia wanita hebat,
professional dalam bekerja ,
tegas , tapi tetap dalam keramahannya.

Tepat pukul 7 Malam, kami keluar gedung
dan mencari restorant yang cukup bagus.

“ Tumben  mas, kamu ngajak aku ketempat begini ,
kamu ulangtahun ya? Tertawanya kecil
“Aku sambut senyumannya ,
Alika ada yang mau saya bicarakan .
Diluar masalah kantor ya tentunya.

Kita sudah hampir 2 Bulan kerja bareng ,
hampir tiap hari kita pulang bareng, dan sudah
sangat dekat seperti teman. Alika,,
aku sangat berharap lebih dari semua itu .

Aku ingin lebih mengenalmu, dan kamu tau ?
Aku merasa nyaman saat kita bersama
Aku mencintai kamu Alika…
“dengan  nada rendah aku sampaikan…

Alika , hanya melirik sejenak kearahku.
“Mas rival, maafkan saya sebelumnya .
Kenalilah aku sebagai Alika yang kamu tau mas,
Saya tidak berharap Mas Rival mengenal saya
lebih dari saat ini.
Dan jangan mencintai aku..

“Kenapa ? kamu tidak merasakan seperti aku?... tegasku
Bukan seperti itu , banyak hal yang kamu tidak tau ,
aku senang kalau pergi denganmu seperti ini ,
aku senang kau selalu memperhatikan aku
lebih dari seorang rekan kerja biasa.
Tapi menurutku ini lebih baik mas.

Aku hanya terdiam, dia tidak tau seberapa banyak
waktu dan tenagaku menunggu moment seperti ini.
Lalu dia berusaha mancairkan suasana ,
dan mengalihka pembicaraan kepekrjaan yang
hampir rampung.

Aku tidak bisa berfikir , Aku berharap dia
bisa mempertimbangkan kembali semua kejadian
malam itu.

Keesokan harinya ,
sesampainya dikantor seperti biasa aku
langsung ke lapangan ,
tapi tidak kutemukan Alika disitu ,
tidak seperti biasanya.
Sampai siang hari pun tidak ada, aku berusaha sms ,
ataupun telepon tapi tidak ada jawaban.
Aku berfikir dia marah dengan sikapku semalam,
aku benar benar menyesal.

Teleponku berdering , ternyata dari Pak Yoyo..
“Betapa terkejutnya aku, ketika beliau bilang ,
Alika berhenti  bekerja mendadak karena harus keluar kota.
Secara teknis memang aku tidak membutuhkan assisten lagi ,
tapi perasaanku ini sangat kacau.

Alika , aku mencintaimu.
Alika setidaknya jangan jauh dari pandanganku.
Demi Tuhan Alika Aku membutuhkanmu,
orang yang slalu meberikan semangat
padaku disaat aku tidak bisa berfikir.

Aku sungguh menyesali malam itu,
apakah aku terlalu berlebihan dan memaksa.
Aku menunggunya setiap pagi dihalte berharap
dia datang , tetapi nihil. Smsku pun tidak ada balasan ,
hingga proyek ini pun selesai.

***

Beberapa hari berlalu,minggu dan bahkan
hampir dua bulan aku tidak pernah mendapatkan 
kabar dari dirinya. Aku masih terus menunggunya
setiap pagi , dan malam hingga larut.
Mengapa dia seperti itu ? dia bisa saja menolakku ,
lalu memarahi aku, tapi jangan jauh dari penglihatanku.

Begitu besar harapanku
dapat setidaknya melihat dia lagi,
aku tidak mengharapkan balasan apapun dari dirinya.


Sampai suatu pagi saat aku ingi bergegas ke halte
depan jalan dengan sedikit harapan tertinggal.
Aku menemukan Surat didepan terasku.
Bertuliskan tertuju untuk Mas Rival
Alika, ya ini adalah surat dari Alika..
Akupun langsung bergegas membacanya

“ Dear Mas Rival tersayang….
Selamat pagi mas, Pagi ini sangat cerah..
Mas Rival tidak perlu menunggu saya
didepan halte lagi Mas.
Mas Rival jangan juga menunggu saya
hingga malam dipinggir jalan.
Mas Rival yang baik hati ,
Alika sangat bersyukur bisa mengenal kamu.
Jujur dari hati yang terdalam ,
Alika sangat ingin dengan dengan Mas Rival.
Mas Rival , maafkan Alika yang pergi tanpa pamit.
Alika tidak mau terlalu jauh menyakiti dan
membohongi persaaan Alika sendiri.
Alika pun tidak ingin mengecewakan Mas Rival
lebih dari hari ini.
Ada hal yang ingin Alika beritahu mas .
Sebenarnya Alika  bukan wanita  sempurna seperti
yg mas lihat.
Alika adalah seoarang Transgender.
Alika adalah sesorang laki laki awalnya
yang meiliki kelainan.
Alika bukan wanita sejati  yang pantas dicintai.
Tiga Tahun lalu aku melakukan operasi total ,
sehingga sangat tipis terlihat.
Dan bahkan hampir tidak ada yang mengetahuinya.
Mas Rival tersayang , maafkan aku tidak pernah
memberitahukan ini sebelumnya.
Aku pun takut untuk mencintai kamu Mas.
Tapi Aku juga memiliki perasaan yang
sama seperti wanita lainnya.
Tapi aku malu, aku takut.
Mas Rival sangat sempurna dimataku.
Mas Rival pantas mendapatkan wanita sesungguhnya.
Bukan seperti Alika , wanita Transgender.

Maafkan Alika Mas,
Dan terimakasih telah memberikan ku sedikit
waktu untuk merasakan dicintai oleh seorang lelaki”

Salam "Alika"


Ya Tuhan, Aku sungguh tidak percaya ,
sangat sangat tidak percaya.
Alika seorang wanita transgender.
Wanita yang beberapa bulan ini aku cintai ,
Wanita yang sudah mengisi kehidupanku beberapa  waktu ini .

Aku tidak bisa berfikir,
lemas kakiku mebaca surat ini.
Antara benci dan menyedihkan.

Ternyata selama ini aku mencintai Laki laki ,
Laki laki terindah didunia yang pernah kulihat .
Aku tidak pernah mengira ini sedikitpun.
Ya Tuhan cinta macam apa ini?
Cinta ini mungkin akan aku kubur dalam dalam ,
dan menjadi bagian pahit dari hidupku.

Terimakasih Alika , walau bagaimanapun
kamu telah menjadi bagian dari cerita hidupku…..

  ***

                                          Craeted by : Selvia Kudo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Curahkan Apa yg anda ingin katakan